Setiap orang pasti ingin memiliki tempat tinggal sendiri. Namun bagi anak muda yang baru mulai bekerja atau pasangan yang baru menikah, membeli rumah pertama sendiri bisa menjadi impian yang ‘berat’. Salah satu alasannya adalah harga rumah dan nilai down payment/ DP yang tinggi serta cenderung naik sehingga tidak ‘terjangkau’ oleh pendapatan mereka. Selain kesulitan membeli dengan tunai, generasi millennial ini mungkin ‘galau’ untuk menentukan lokasi rumah pertama yang sesuai dengan budget dan kebutuhannya. Sebagian dari mereka belum paham mengenai perencanaan finansial yang mencakup pembelian rumah, instrumen pembiayaan rumah dan persyaratan yang harus dipenuhi. Informasi seputar pembelian rumah tersedia banyak namun info yang kredibel belum tentu mudah dicari. Di lain pihak, mereka bisa jadi terkena penipuan dalam pembelian rumah dan menderita kerugian besar serta membuat surut niat untuk memenuhi kebutuhan papan. Agar pemahamannya lebih mendalam, kita akan bahas aspek-aspek yang perlu diperhatikan saat membeli rumah pertama.

Pembelian dengan Tunai

Ada beberapa keuntungan membeli rumah dengan cara tunai / cash, yaitu :

  1. Anda tidak terbebani hutang dan lebih aman dari kemungkinan terkena berbagai masalah yang biasa terjadi pada pembelian dengan cara mencicil (yang akan dibahas di akhir artikel ini).
  2. Pengembang juga lebih menyukai pembelian secara tunai karena mereka berkesempatan memutar kembali dana segar tadi untuk meningkatkan bisnisnya.
  3. Karena itu, pembelian rumah dengan tunai mendapat harga lebih murah dan pembeli punya posisi lebih ‘kuat’ untuk menawar harga dibandingkan bila membeli dengan cara mencicil.
  4. Proses transaksi dengan tunai juga lebih cepat / mudah dan harga rumah tidak naik oleh biaya tambahan yang biasanya muncul dalam proses pengikatan kredit dengan bank.
  5. Anda juga bebas dari aturan yang biasanya mengikat proses kredit dengan bank sehingga rumah yang sudah sah jadi milik Anda, bebas untuk Anda renovasi, sewakan atau jadikan jaminan ke bank bila diperlukan untuk urusan lain.
  6. Bila ingin membeli rumah dengan cara tunai, sebaiknya Anda memilih rumah yang benar-benar sudah jadi, bukan yang masih dalam proses pembangunan untuk mengindari potensi masalah. Misalnya, proses finishing rumah tidak jelas kapan padahal menurut perjanjian, sudah tiba waktunya untuk serah terima rumah pada Anda.
  7. Rumah yang dibeli dengan tunai juga bagus untuk investasi jangka pendek dimana Anda bisa mengambil untung dengan menjualnya setelah jangka waktu 3 hingga 5 tahun ke depan.

Kekurangannya yaitu :

  1. Cara ini membutuhkan dana yang banyak sehingga Anda harus memperhatikan pergerakan suku bunga bank agar mendapat harga terbaik.
  2. Anda juga harus sadari bahwa ada resiko membeli rumah yang bermasalah dengan cara tunai sehingga bisa berakibat uang Anda hilang sia-sia. Karena itu, perhatikan kondisi bangunan, kepemilikan rumah maupun tanah dan kredibilitas pengembang agar terhindar dari masalah saat property sudah jadi milik Anda.

Pada bagian selanjutnya akan dibahas kelebihan dan kekurangan membeli rumah dengan cara mengambil KPR. Yuk nantikan artikel berikutnya.

© Artikel oleh tim Salemba Real Estate Institute (April 2019). Dipersilakan menyadur/mempublikasi ulang dengan mencantumkan sumber salembarealestate.com.

properti, belajar properti, sekolah properti, cari rumah, jual rumah jakarta, jual tanah jakarta, cari tanah jakarta, beli rumah, membeli rumah, harga tanah, harga rumah, property, real estate, investasi properti, investasi tanah, cara membeli rumah, cara hitung kpr, tips dan trik kpr, tips membeli rumah, siasat kpr, strategi kpr

Bagikan artikel ini:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *