Dalam menjalankan setiap bisnis dibutuhkan persiapan termasuk modal awal yang nilainya bervariasi. Demikian pula dengan bisnis property yang karakternya beresiko rendah dan keuntungan tinggi (low risk, high return). Sekilas ini terlihat rumit namun selalu ada solusinya. Pada bagian 1 dari artikel, telah menjelaskan bagaimana menjadi ‘young propertypreneur’ yang sukses. Pada bagian 2 dari artikel, kita akan bahas opsi lain agar Anda bisa menjalankan bisnis property tanpa modal yaitu dengan menjadi agen atau perantara/ broker. Berikut ini langkah persiapan yang harus dilakukan.

  1. Siapkan mental untuk mengantisipasi masalah

Saat Anda memulai bisnis dari nol artinya Anda lebih tangguh dari pebisnis lain yang meneruskan proses bisnis yang sudah berjalan, misalnya pada bisnis keluarga. Kondisi ini menempa mental Anda agar lebih awas dan tahan banting mencari solusi masalah sehingga memberi kepuasan tersendiri.

  1. Memperhatikan lingkungan sekitar

Kondisi di tempat tinggal Anda bisa jadi modal awal Anda dimana ada orang yang sedang mencari untuk membeli rumah atau ingin menjual toko. Anda bisa membantu mereka dengan menggali detil kebutuhannya lalu fokus dalam berusaha agar ini jadi proses belajar yang memberi hasil maksimal.

  1. Mempelajari iklan-iklan property

Modal berikutnya adalah mengawasi informasi properti yang ‘berseliweran’ lewat iklan baik di media cetak, televisi maupun internet. Serupa dengan poin 2, Anda bisa membantu orang yang memasang iklan tadi dengan mematok harga sedikit lebih tinggi agar Anda mendapat untung yang proporsional.

  1. Mencari property di luar sana

Bila Anda berhasil menjalankan poin 2 dan 3, tentunya Anda sudah mempunyai klien di tangan. Langkah berikutnya adalah mencari property yang diinginkan klien dengan cara mendatangi lokasi property seperti perumahan, perkantoran atau perdagangan dimanapun juga pameran property.

  1. Membangun kerjasama dan menuntaskan transaksi

Ketika Anda menemukan property yang pas untuk klien, ajak pemilik property tersebut bekerja sama agar ada kejelasan dalam transaksi antara klien, pemilik property dan Anda sendiri sebagai broker. Jujurlah dalam berbisnis, buat kontrak dengan benar dan jaga jejaring usaha Anda ke depannya.

Setelah Anda lancar dan berhasil menangani beberapa klien, berarti Anda bisa membuat merek usaha sendiri. Siapkan nama dan berkas-berkas yang dibutuhkan untuk mendaftarkan usaha sesuai dengan ketentuan hukum. Dengan demikian, calon klien, perbankan dan rekan usaha lebih percaya pada Anda.

Anda juga harus mencari karyawan untuk mendukung kesuksesan usaha diantaranya staf administrasi dan menyiapkan satu ruangan agar cukup representatif untuk menerima tamu usaha. Hal ini bisa dilakukan dengan biaya minim misalnya dengan mempekerjakan saudara dan memanfaatkan ruangan di rumah.

Jalankan promosi usaha dengan biaya seminim mungkin yaitu menggunakan sosial media Facebook, Instagram dan Twitter serta buat website gratis untuk menguatkan kehadiran usaha Anda. Kombinasikan pemasaran online dengan kegiatan promosi seperti gathering dengan mitra dan perluas jejaring usaha. Semoga tips ini menjadi bekal yang baik untuk bisnis properti Anda.

Yuk nantikan artikel berikutnya.

© Artikel oleh tim Salemba Real Estate Institute (Maret 2019). Dipersilakan menyadur/mempublikasi ulang dengan mencantumkan sumber salembarealestate.com.

properti, belajar properti, sekolah properti, cari rumah, jual rumah jakarta, jual tanah jakarta, cari tanah jakarta, beli rumah, membeli rumah, harga tanah, harga rumah, property, real estate, investasi properti, investasi tanah, cara membeli rumah, cara hitung kpr, tips dan trik kpr, tips membeli rumah, siasat kpr, strategi kpr

Bagikan artikel ini:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *